Sabtu, 17 Mei 2014

Symbolic Graduation

Ah... Udah berapa lama sejak post yang terakhir? Really really sorry for all the readers, saya akan mencoba mengupdate blog ini lebih sering. Relax... Blog ini tidak *belum* terbengkalai (banget).

So, hari ini adalah hari bersejarah buat beberapa dari kita. Why? Because we finnaly graduate from our beloved university. Hari-hari di mana kita santai-santai nongkrong di manapun bersama teman-teman terbaik, panik ngumpul belajar bareng bersama temen-temen, gontok-gontokan gara gara tugas kuliah sama temen-temen yang belom beres pas deket deadline... Well, dunia kuliah siapapun ga bakal lengkap tanpa temen temen se geng, se permainan, se hidup semati kita. Karena yang penting bukan ke mana, ngapain, tapi sama siapa.





Lalu apa yang terjadi ketika hari kelulusan, hari yang ditunggu setelah bertahun-tahun keringat, darah, dan air mata menempuh pendidikan di bangku kuliah (oke mungkin cuma keringat aja sih)? People congratulate you. A LOT. Di mana-mana semua ngasih selamat. Di semua social media. Di setiap beberapa langkah di venue acara graduation (kalo pas kuliah ente gaul yak... Kalo enggak ya mungkin langkahnya agak banyak sebelum ketemu yang kenal lagi). Ucapan selamat yang biasanya, kalau diucapkan oleh orang yang lebih dewasa, diikuti dengan suatu ungkapan yang cukup menyeramkan. And what's that? "Welcome to the REAL life"

Memangnya kehidupan yang sebenarnya belum dimulai? Apa yang dimaksud dengan kehidupan sebenarnya? Masuk dunia kerja? Udah gabisa bangun siang main-main? Di mana sekarang orang yang jabatannya lebih tinggi dari lu dan harus lu hormatin adalah orang yang gaji lu, bukan yang lu gaji (secara ga langsung)? Udah gabisa nongkrong sama temen-temen yang menghabiskan suka duka dulu lagi, karena kesibukan jadwal masing-masing? Udah punya tanggung jawab lebih? Rekening bank yang menggemuk? Tekanan, stress? Karena itu?

Gue ga tau di kampus lain... Tapi kebanyakan dari temen-temen di sini bahkan udah kerja, sebelum hari ini dimulai. Bahkan saya sendiri udah kerja beberapa bulan, udah sedikit nyicip yang dinamakan dunia profesional itu kayak gimana. Dengan mengetahui hal itu, di mana bagian welcome nya? Masa iya, kita masuk restoran, udah mesen, baru dikasih salam pembuka. Make sense?


Maybe, just maybe. Itu semua hanya sebuah simbol. Simbolis.

Beberapa saat yang lalu ada perayaan hari ibu versi kalender Chinese (sori, ga begitu tau juga). Perdebatan dari temen-temen ada sedikit muncul. Ada satu argumen menarik bilang, kita tuh sebenarnya ga perlu rayain hari ibu. Why? Toh udah setiap hari kan, nunjukkin kasih sayang sama mama. Nurutin perintah mama. Kasih perhatian ke mama. Kalau udah kayak gitu, apa bedanya hari ibu sama hari-hari yang lain, toh kan selalu menunjukkan kasih sayang juga.

Well, saya punya pendapat pribadi. Kayaknya simbol-simbol, perayaan simbolik seperti ini memang perlu deh. Oke, kita udah nunjukkin kalau setiap hari kita sayang sama mama. Dan bukan karena hari ibu, tetapi itu adalah memang kodrat kita sebagai anak. Sudah seharusnya mama, yang dari kecil pengorbanannya tidak terkira untuk kita, dibalas dengan sedikiiiiit saja melalui kasih sayang kita. Tapi... Dengan hari/perayaan simbolis seperti ini, kita dibuat sadar. Kita secara ga langsung merasa hari seperti ini spesial. Hari seperti ini mengisi semangat kita, mengingatkan tujuan kita. Bahwa seorang anak memang harus dan sepantasnya sayang sama ibunya sendiri. After all, nothing's wrong with showing even more love on that special day, right? It'll make it even more special, won't it?

Meminjam logika di atas... Mungkin graduation day punya makna nya sendiri, selain foto-foto, upload di berbagai socmed foto-foto tadi dengan baju toga dan topi toga, serta komen-komenan sama temen lain mengenai foto yang di post di berbagai socmed tadi dengan baju toga dan topi toga nya. It means a lot more than just that. Mungkin kita memang sudah terjun di dunia "lain" dan "baru"... Tapi kita perlu simbol. Kita perlu diingatkan, bahwa dengan ini kita sudah resmi melalui satu tahap kehidupan kita, walaupun secara simbol. Karena di hari spesial, hari yang dirancang membuat kita merasa spesial, kita akan tersadar. Tersadar bahwa kita sudah selangkah lebih dekat pada tujuan dan cita-cita kita, apapun itu. Tersadar bahwa kita harus cukup kuat dan menerima, apapun yang dimulai akan berakhir pada waktunya. Tersadar bahwa dengan perjalanan yang sulit, kita akan menemukan siapa yang benar-benar bisa dipercaya, siapa yang pergi dan siapa yang tetap setia di sisi kita masing-masing, saat susah maupun senang. Tersadar bahwa setelah ini kita harus bangun dengan semangat setiap hari dengan keyakinan baru, bahwa hidup kita sudah memasuki lembaran, chapter yang baru. Tersadar bahwa wisuda bukan sekedar acara kumpul-kumpul, melainkan sebuah simbol... Simbol keberhasilan dari kita, para pejuang. Dan keberhasilan masing-masing orang tua kita, keluarga kita, teman-teman kita. Karena mereka berhasil menjadikan pejuang mereka, satu langkah lebih dekat dengan tujuan akhir mereka.

Because not every day you can laugh and cry for the same reason




Happy Graduation day, Untarian!

1 komentar:

Exaudio Siregar mengatakan...

Selamat menempuh tantangan hidup baru mas! Semoga ilmunya bisa menjadi bermanfaat ;)

Poskan Komentar

Jadilah pembaca yang aktif, tinggalkan komentar dan mari berbagi pikiran!